www.gemapesisir.com
Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Jum'at, 06 Desember 2019
 
ABG Rela Jual Diri
Himpitan Ekonomi Atau Memenuhi Gaya Hidup Lifestyle,
Rabu, 22-02-2017 - 07:13:55 WIB
poto int
TERKAIT:
 
 

MEDAN, GEMAPESISIR. com -Ketika kita melihat kondisi ekonomi sekarang yang semakin sulit apalagi dengan melonjaknya kenaikan harga sembako di beberapa kota membuat berbagai persoalan ditengah-tengah masyarakat. Namun alasan ekonomi ternyata bukanlah salah satu penyebab para ABG di medan untuk jualan. Hal itu sama sekali salah untuk kondisi ini.

berikut ini adalah alasan kenapa para abg di medan menjual 'itunya' seperti yang dilansir berikut:
Alasan mereka terjun ke dunia ''Gesek'' lebih kepada untuk memenuhi tuntutan gaya hidup atau bahasa kerennya lifestyle, bukan karena alasan sejengkal perut.

Ini setidaknya tergambar dari pemeriksaan seorang siswi SMA yang diamankan bersama mucikarinya oleh Polda Sumut, dua pekan lalu. Siswi SMA yang tinggal di Jalan Eka Budi, Medan Johor itu rela menjual "keperawanannya" seharga Rp8 juta hanya karena ingin membeli smartphone keluaran terbaru.

Hal sama juga jadi alasan siswi SMP yang juga dijual  melalui mucikari seharga Rp2 juta. Saat diperiksa Polsek Medan Timur, siswi yang tinggal di Jalan Sibolga, Medan Perjuangan itu mengaku rela menjual ''mahkotanya'' karena belum punya handphone.

Sementara seorang siswi SMA yang tiga pekan lalu diamankan Polresta Medan bersama germonya, mengaku menjual ''orisinilnya'' karena ingin memiliki sepeda motor sendiri.

Pengakuan tiga siswi ini tak jauh beda dengan keterangan yang berhasil dikorek tim . dari tiga siswi SMA swasta Jalan Sisingamangaraja yang berhasil 'diangkut' dalam operasi "Klakson Dua Kali", yakni Puspa, Cindy dan Nita. Sambil menikmati menu makan siang di kafe lesehan Jalan Jenderal Besar AH Nasution, Medan Johor, Cindy yang rada-rada 'bocor' nyeplos saja saat disuguhi banyak pertanyaan.

Cindy mengaku jadi Begitu karena diajak seniornya di sekolah tersebut. Ia mengaku keorisinlannya telah hilang saat kelas III SMP. "Pacarku yang ngambil. Nyesel kali aku. Dia gratis ngambilnya, bagusan dikasih ke om, dapat duit banyak lagi. Enaknya sama sih, sama-sama enak," katanya sambil tertawa renyah lalu.

Sejak duduk di bangku SMA, Cindy mengaku sudah beberapa kali ganti pacar. Semua pacar-pacarnya selalu menagih jatah 'begituan'. 'Ya, namanya sama pacar, kasih ajalah,' tambahnya.

Menurut Cindy, saat ini pacarnya seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta di kawasan Medan Kota. Dia mengaku pacaran dengan mahasiswa itu karena satu tempat kos, tapi beda kamar. Mereka bebas melakukan 'begituan' kapan saja saat kepingin. Cindy juga mengaku pacarnya tahu dia menjual diri. "Kan gak ada ikatan, dia tahu. Kadang-kadang dia minta duit sama aku, ya terpaksa 'jualan' dulu nyari duitnya," akunya.

Cindy mengaku berasal dari keluarga yang lumayan di Lubukpakam, Deliserdang. Setiap bulan uang kiriman orang tuanya cukup untuk biaya sekolah dan biaya hidupnya selama kos di Medan. Lalu mengapa jadi Begituan? "Gak tahulah, paling untuk beli handphone baru. Kalau orang tua ya gak tahu, kalau tahu aku begini , bisa dibunuhnya...he he he," tawanya lagi.

Nita juga memberikan pengakuan yang hampir sama. Biaya yang diberi orang tuanya cukup. Ia tidak kos, tapi tinggal bersama orang tuanya di Jalan Panglima Denai, Medan Denai. Namun ia sering menginap di kos Cindy. "Ya, pamitnya belajar di rumah teman. Mereka (orang tua) gak pernah curiga," sebutnya.

Saat ditanya alasan menjadi Begituan, Nita hanya menggelengkan kepala. Ia pun hanya senyam-senyum. "Gak tahu juga ya, aku diajak Cindy," akunya. Nita mengaku 'itunya' telah diambil pacarnya yang adik kelasnya. "Sampai sekarang aku masih pacaran sama dia. Tapi dia gak tahu kalau aku ikut 'jualan' sama Cindy," tambahnya.

Bagaimana dengan Puspa? ABG yang paling cantik di antara ketiganya, mengaku berasal dari keluarga pas-pasan di kawasan Pasar VII Tembung. Tapi sebenarnya orang tuanya yang berkerja sebagai petugas sekuriti, mampu membiayai sekolahnya. "Akukan pingin kayak mereka (teman-temannya), bisa punya iPhone. Kadang aku gak mau juga, tapi tu si Cindy selalu ngajakin aku," ucapnya.

Gilanya, Puspa kepada orang tuanya ngaku tinggal di kos agar dekat dengan sekolah. Uang kos pun dikirim tiap bulan. Tapi kenyataannya ia tinggal satu kamar di kos pacarnya. "Pacar aku anak teknik (mahasiswa)," ujarnya tak menyebut asal perguruan tinggi mana. Puspa mengatakan, telah tinggal di kos pacarnya sejak setahun lalu. Dia pun mengaku sudah terbiasa 'begituan' dengan sang pacar.

Mungkin ini tanda-tanda Akhir zaman.. Semoga kita termasuk Orang-orang yang bertaubat ..
sumber:  medansatu.com




 
Berita Lainnya :
  • Himpitan Ekonomi Atau Memenuhi Gaya Hidup Lifestyle,
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Jum’at Barokah
    Tim Jum’at Barokah Polresta Pekanbaru Dua Rumah Warga
    2 Dituding Lecehkan Advokat,
    Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau, Sugeng Riyanta: Itu Halusinasi
    3 Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI)
    Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI) Cabang Riau Taja Acara Worksop
    4 PN PAYAKUMBUH
    Vonis Mati untuk Pembunuh Juru Parkir
    5 Kunjungan Raja Arab Saudi ke Indonesia
    Ini Kegiatan Hari Kedua Raja Salman di Indonesia
    6 Danrem: Saya Langsung Telpon Pak Kapolda
    Danrem, Kapolda & Kabinda Riau klarifikasi berita provokatif
    7 SK CPNS
    Bupati Rohil Serahkan SK CPNS Ke Alumni STTD
    8 Korupsi Disdik Rohil
    Sidang Korupsi Disdik, Jaksa Hadirkan 31 Saksi di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.
    9 Perayaan Valentine Day
    Dikecam, Ciuman Massal ala PNS Nias Selatan
    10 POLEMIK PEMBERHENTIAN SEMENTARA
    Parmusi: Ahok Harus Diberhentikan agar Presiden Tidak Terperosok
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2017 PT. GEMA PESISIR PERS, All Rights Reserved